Tampilkan postingan dengan label Programmable Logic Controller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Programmable Logic Controller. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Desember 2018

Kegunaan dan Fungsi PLC

Kegunaan dan Fungsi PLC

pada sebelumnya kita telah membahas definisi Programmable Logic Controller, Lalu apa fungsi sebenarnya dari suatu Programmable Logic Controller itu?

Nah, di dalam topik ini akan kita ulas mengenai kegunaan dan fungsi plc.
Fungsi dan kegunaan dari PLC dapat dikatakan hampir tidak terbatas. Tapi dalam prakteknya sering digunakan sebagai program kontrol peralatan pabrik dan dapat dibagi secara umum dan khusus.

Fungsi Umum

Secara umum fungsi dari PLC adalah sebagai berikut :
  1. Kontrol Sekuensial
    Memproses input sinyal biner menjadi output yang digunakan untuk keperluan pemrosesan teknik secara berurutan (sekuensial), disini PLC menjaga agar semua step / langkah dalam proses sekuensial berlangsung dalam urutan yang tepat dan sesuai.
  2. Monitoring Plant
    Memonitor suatu sistem (misalnya temperatur, tekanan, waktu, tingkat ketinggian) dan mengambil tindakan yang diperlukan sehubungan dengan proses yang dikontrol (misalnya nilai sudah melebihi batas) atau menampilkan pesan tersebut ke operator atau mesin yang bekerja selanjutnya.

Fungsi Khusus

Sedangkan secara khusus, PLC mempunyai fungsi sebagai pemberi masukan (input) ke CNC (Computerized Numerical Control) untuk kepentingan pemrosesan lebih lanjut.
CNC mempunyai ketelitian yang lebih tinggi dan lebih mahal harganya jika dibandingkan dengan PLC.
Perangkat ini, biasanya dipakai untuk proses finishing, membentuk benda kerja, moulding dan sebagainya.

Pengertian PLC

Programmable Logic Controller (PLC)
Programmable Logic Controller atau yang sering disingkat dengan PLC bisa kita temui beberapa perusaaan yang meggunakan kontrol mesin / motor listrik otomatis . Pada mulanya alat ini digunakan untuk menggantikan sistem kontrol berbasis relay ( kontraktor / kontrol manual ) yang tidak fleksibel dan mahal.
Gambar. PLC CP1E
Namun, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan PLC, atau sekedar perangkat pengendali saja?
Lalu apa fungsi sebenarnya dari suatu Programmable Logic Controller itu?
Nah, di dalam topik ini akan kita ulas mengenai definisi
Berdasarkan namanya, konsep Programmable Logic Controller adalah sebagai berikut:
  1. Programmable, menunjukkan kemampuan untuk menyimpan program yang telah dibuat ke dalam memory, yang dengan mudah dapat diubah-ubah fungsi atau kegunaannya.
  2. Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
  3. Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.
PLC didefinisikan sebagai suatu perangkat elektronik digital dengan memori yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi-instruksi yang menjalankan fungsi-fungsi spesifik seperti: logika, sekuen, timing, counting, dan aritmatika untuk mengontrol suatu mesin industri atau proses industri sesuai dengan yang diinginkan.

Jumat, 30 November 2018

komponen kendali motor 3 fasa (Lampu pilot)

Pilot lamp

Sebuah Pilot lamp atau dalam bahasa indonesia lampu pilot merupakan sebuah lampu LED yang biasa digunakan sebagai lampu indikator dalam rangkaian sebuah alat atau mesin. Pilot lamp tersebut dapat bekerja sebagai mestinya jika dialiri daya daya AC sebesar 220 VAC dengan toleransi 110 – 240 VAC. Warna yang dihasilkan Pilot lamp ini adalah lapu putih, lapu merah, lapu kuning, lapu hijau, lapu biru, dll Karena fungsinya sebagai lampu indikator, Pilot lamp ini dibuat warna warni sinarnya 

Penggunaan.
Seperti telah kita ketahui, pilot lamp tersebut sangat banyak digunakan, dalam sebuah operation panel bisa kita jumpaibeberapa Pilot lamp jumlahnya tergantung dari keperluan, dengan warna warna yang dimiliki pilot lamp tersebut dapat mengindikasikan indikator yang berbeda. alat ini tergolong sebagai sinyal / indikator.

output yang berperan sebagai lampu indikator yang mengindikasikan/menunjukan apakah rangkaian itu telah aktif. Output dari control magnetik tersebut dihubungkan ke pilot lamp ini jika rangkaian tersebut sudah benar maka ketika rangkaian aktif alat ini akan aktif (menyala). Ketika Pilot lamp tersebut menyala kita dapat mengetahui bahwa rangkaian control magnetik tersebut sudah benar atau aktif. Karena fungsinya sebagai lampu indikatior pilot lamp ini akan bekerja jika dan hanya jika mendapat aliran listrik.



h

Komponen kendali motor 3 fasa (Emergency Stop)

Emergency Stop Emergency Stop adalah merupakan jenis saklar yang apabila di tekan akan terkunci dan untuk melepasnya harus di putar, ...